Anak Tunarungu: Pengertian, Klasifikasi, Karakteristik, Penyebab, dan Dukungan

  • Potensi intelegensi sama dengan anak dengar. ([UNY][2])
  • Hambatan pada aspek verbal. ([UNY][2])
  • Keterbatasan daya abstraksi. ([Poltekkes Malang][5])

3. Sosial-Emosional

  • Rentan merasa terisolasi. ([UNY][2])
  • Mudah frustrasi/tersinggung saat komunikasi gagal. ([Poltekkes Malang][5])
  • Ketergantungan pada keluarga. ([UNY][2])

4. Fisik

  • Tidak ada ciri fisik khusus, kecuali bila ada gangguan keseimbangan. ([STAI Mahad Aly Al-Hikam][6])
  • Suara bisa tidak jelas atau berbeda dari anak dengar. ([UNY][4])

5. Kepribadian

  • Sangat mengandalkan penglihatan. ([Jurnal Generasi Tarbiyah][7])
  • Imajinasi terbatas pada pengalaman langsung. ([Poltekkes Malang][5])
  • Rasa percaya diri dipengaruhi dukungan lingkungan. ([UNY][2])

Penyebab & Faktor Risiko

  • Pranatal: genetik, infeksi pada ibu hamil, konsumsi obat-obatan tertentu. ([UMA Repository][3])
  • Natal: komplikasi saat lahir, prematur, trauma persalinan. ([UMA Repository][3])
  • Postnatal: meningitis, otitis media kronis, kecelakaan, paparan bising. ([UMA Repository][3])

Teori vs Kenyataan

  • Teori: intervensi dini, alat bantu dengar, pendidikan inklusif, dan dukungan keluarga mampu membantu anak tunarungu berkembang optimal.
  • Kenyataan: intervensi sering terlambat, alat bantu mahal, guru belum terlatih, lingkungan sosial kurang mendukung. Penelitian di Banda Aceh menegaskan aktivitas belajar anak tunarungu sangat bergantung pada media visual, bahasa isyarat, dan kondisi sekolah. ([Jurnal Generasi Tarbiyah][7])

Intervensi & Dukungan yang Diperlukan

  1. Deteksi dini → mempercepat intervensi.
  2. Pendidikan khusus/inklusi → guru terlatih, media visual, bahasa isyarat. ([UNY][4])
  3. Peran keluarga → komunikasi konsisten & dukungan emosional.
  4. Teknologi → hearing aid, cochlear implant, sistem FM.

Kesimpulan

Anak tunarungu memiliki potensi yang sama dengan anak dengar. Hambatan terbesar terletak pada komunikasi, bahasa, dan dukungan lingkungan. Dengan intervensi dini, pendidikan tepat, dukungan keluarga, serta akses teknologi, anak tunarungu dapat berkembang optimal.


Sumber Referensi

  1. UPI Repository – Penerapan Metode Multisensori
  2. Lumbung Pustaka UNY – Kajian Anak Tunarungu
  3. Universitas Medan Area Repository – Tuna Rungu
  4. Lumbung Pustaka UNY – BAB II Kajian Tunarungu
  5. Poltekkes Malang – Konsep Dasar Tunarungu
  6. E-Journal STAI Mahad Aly Al-Hikam – Pendekatan Pembelajaran Akhlak pada Anak Tunarungu
  7. Jurnal Generasi Tarbiyah – Aktivitas Belajar Anak Tunarungu di Banda Aceh
   
   

admin

Admin SLBN Tasikmalaya mengelola konten digital resmi sekolah, menyajikan informasi akurat seputar berita, kegiatan, dan layanan pendidikan inklusif untuk memperkuat komunikasi antara sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *