Anak Tunarungu: Pengertian, Klasifikasi, Karakteristik, Penyebab, dan Dukungan

Pengertian Tunarungu

Anak tunarungu adalah anak yang mengalami kehilangan pendengaran, baik sebagian (hard of hearing) maupun seluruhnya (deaf), sehingga mengalami hambatan dalam memperoleh informasi melalui pendengaran ([UPI Repository][1]).

  • Kurang dengar (hard of hearing) → masih memiliki sisa pendengaran, bisa menggunakan alat bantu dengar, dan berpotensi memperoleh bahasa lisan dengan dukungan. ([UPI Repository][1])
  • Tuli (deaf) → kehilangan pendengaran yang sangat berat, sehingga penggunaan pendengaran sebagai alat komunikasi utama sangat terbatas meski dengan alat bantu. ([Lumbung Pustaka UNY][2])

Menurut Soemantri (1996), istilah tunarungu berasal dari kata tuna (kurang) dan rungu (pendengaran), yang berarti kekurangan pendengaran ([Universitas Medan Area Repository][3]).

Inspirasi : Autisme: Definisi, Pengertian, dan Penjelasan Lengkap Menurut Para Ahli


Klasifikasi Tunarungu

Tunarungu dapat diklasifikasikan menjadi beberapa aspek:

1. Tingkat Kehilangan Pendengaran (dB)

KategoriRentang (dB)Penjelasan
Sangat ringan25–40 dBKehilangan pendengaran sedikit, masih bisa menangkap suara lemah. ([Lumbung Pustaka UNY][4])
Ringan41–55 dBSuara pelan sulit didengar, memerlukan alat bantu dengar. ([Lumbung Pustaka UNY][4])
Sedang56–70 dBSuara normal sering tidak terdengar jelas. ([Lumbung Pustaka UNY][4])
Berat71–90 dBHampir semua suara normal sulit didengar. ([Lumbung Pustaka UNY][4])
Sangat berat / Profound> 91 dBHampir tidak ada suara terdengar, mungkin hanya getaran. ([Lumbung Pustaka UNY][4])

2. Waktu Kejadian

  • Pranatal (sebelum lahir)
  • Natal (saat lahir)
  • Postnatal (setelah lahir) ([UMA Repository][3])

3. Etiologi / Penyebab

  • Endogen (genetis, keturunan)
  • Eksogen (infeksi, kecelakaan, faktor lingkungan) ([UMA Repository][3])

4. Anatomi / Fisiologis

  • Konduktif: gangguan pada telinga luar/tengah. ([UPI Repository][1])
  • Sensorineural: kerusakan telinga dalam/saraf pendengaran. ([UMA Repository][3])
  • Campuran: kombinasi keduanya. ([UMA Repository][3])

5. Penguasaan Bahasa

  • Pra-bahasa (prelingual) → kehilangan pendengaran sebelum menguasai bahasa.
  • Pasca-bahasa (postlingual) → kehilangan pendengaran setelah bahasa berkembang. ([UPI Repository][1])

Karakteristik Anak Tunarungu

1. Bahasa & Bicara

  • Kosakata terbatas. ([Poltekkes Malang][5])
  • Sulit memahami kata abstrak/metafora. ([Poltekkes Malang][5])
  • Irama bicara monoton. ([Poltekkes Malang][5])
  • Kalimat sederhana/pendek. ([Poltekkes Malang][5])

2. Kognitif

   
   

admin

Admin SLBN Tasikmalaya mengelola konten digital resmi sekolah, menyajikan informasi akurat seputar berita, kegiatan, dan layanan pendidikan inklusif untuk memperkuat komunikasi antara sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *