Anak dengan hambatan intelektual, sering disebut tunagrahita, adalah bagian dari kelompok anak berkebutuhan khusus yang memerlukan perhatian khusus dalam pendidikan, pengasuhan, dan pelayanan kesehatan. Agar kita bisa memahami, membantu, dan mengembangkan potensi mereka dengan tepat, penting mengetahui definisi, klasifikasi, karakteristik, penyebab, serta strategi intervensi yang efektif.
Pengertian Hambatan Intelektual / Tunagrahita
Definisi menurut para ahli
- DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, 5th Edition) menyebut hambatan intelektual (Intellectual Disability / Intellectual Developmental Disorder) sebagai gangguan neuro-perkembangan yang muncul pada masa perkembangan (biasanya sebelum usia 18 tahun), ditandai oleh keterbatasan dalam fungsi intelektual dan fungsi adaptif. NCBI+1
- American Association on Intellectual and Developmental Disabilities (AAIDD) mendefinisikan bahwa hambatan intelektual adalah kondisi yang ditandai oleh keterbatasan signifikan dalam fungsi intelektual (misalnya kemampuan berpikir, belajar, nalar) dan perilaku adaptif (kemampuan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari), yang muncul sebelum usia perkembangan (sebelum kira-kira usia 22 tahun). AAIDD_CMS
Unsur-unsur penting dalam definisi
Ada tiga kriteria utama yang harus dipenuhi agar seseorang bisa dikatakan memiliki hambatan intelektual:
Rekomendasi : Bab 6: Cara Input Data Sarpras di Dapodik 2025 | Lengkap dengan Permasalahan & Solusi
- Keterbatasan dalam fungsi intelektual
Meliputi kemampuan kognitif seperti berpikir abstrak, nalar, mengambil keputusan, memecahkan masalah. Biasanya diukur dengan tes IQ atau asesmen sejenis. NCBI+2American Psychiatric Association+2 - Keterbatasan dalam perilaku adaptif
Ini mencakup kemampuan untuk berfungsi dalam kehidupan sehari-hari: sosial, praktis (mandiri), konseptual (bahasa, perhitungan, pengetahuan). Seberapa baik anak tersebut dapat mengurus dirinya sendiri, berkomunikasi, mengikuti aturan sosial, dan sebagainya. American Psychiatric Association+2AAIDD_CMS+2 - Muncul pada masa perkembangan
Artinya, keterbatasan tersebut muncul sebelum individu mencapai usia dewasa penuh (umumnya < 18 atau < 22 tahun). American Psychiatric Association+1
Klasifikasi Hambatan Intelektual
Klasifikasi biasanya berdasarkan tingkat keparahan dan tingkat dukungan yang dibutuhkan.
Rekomendasi : Bab 4: Input Data Sekolah di Dapodik – Panduan Lengkap untuk Operator
Tingkat keparahan menurut DSM-5 / AAIDD
Menurut DSM-5 dan AAIDD, ada beberapa level keparahan, sering dibagi ke dalam:
| Tingkat / Level | Ciri / Dukungan yang Diperlukan |
|---|---|
| Mild (Ringan) | Anak masih bisa belajar dan hidup lebih mandiri, namun mungkin mengalami kesulitan dalam pelajaran yang abstrak, tugas yang kompleks, dan beberapa keterampilan adaptif sosial dan praktis. Sekitar 85% dari mereka yang memiliki hambatan intelektual termasuk kategori ringan. NCBI+3American Psychiatric Association+3Cleveland Clinic+3 |
| Moderate (Sedang) | Membutuhkan dukungan lebih dalam belajar, komunikasi, kegiatan sehari-hari, biasanya kemampuan akademik terbatas pada tingkat sekolah dasar; dukungan dalam kehidupan sosial dan praktis lebih intensif. Cleveland Clinic+1 |
| Severe (Berat) | Kemampuan intelektual dan adaptif sangat terbatas; komunikasi dan mobilitas terbatas; sangat tergantung pada orang lain dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari. Cleveland Clinic+1 |
| Profound (Sangat Berat) | Hampir semua aspek kehidupan membutuhkan dukungan terus-menerus. Perkembangan fisik dan komunikasi sangat tertinggal; mungkin hanya mampu komunikasi nonverbal atau sederhana. Cleveland Clinic+1 |
Klasifikasi menurut penyebab
Selain keparahan, hambatan intelektual juga dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebab etiologis, yaitu apa yang menjadi asal muasalnya:
- Penyebab genetik (misalnya sindrom Down, Fragile X) NCBI+2Verywell Mind+2
- Penyebab prenatal non-genetik (infeksi kehamilan, paparan zat berbahaya, malnutrisi ibu) NCBI+1
- Penyebab perinatal (komplikasi saat persalinan, kekurangan oksigen) NCBI+1
- Penyebab postnatal (infeksi, trauma kepala, paparan racun, kurang stimulasi lingkungan) NCBI+1
Karakteristik Anak dengan Hambatan Intelektual
Anak-anak dengan hambatan intelektual memiliki sejumlah ciri khas, yang bisa berbeda-beda tergantung tingkat keparahan dan penyebab.
Ciri Cognitive / Kognitif
- Pelambatan belajar: mempelajari informasi baru lebih lambat dibanding anak seusia. Verywell Mind+1
- Kesulitan dalam berpikir abstrak: memahami konsep kompleks, logika, perbandingan, metafora sering sulit. Verywell Mind+1
- Memori jangka pendek atau working memory sering terbatas. Verywell Mind
Ciri Perilaku Adaptif dan Sosial
- Kesulitan dalam komunikasi: berbicara, memahami bahasa, mengikuti instruksi atau percakapan kompleks. American Psychiatric Association+1
- Keterampilan sosial terbatas: membuat dan memelihara hubungan teman, mengerti norma sosial, aturan, empati. American Psychiatric Association+1
- Kesulitan dalam kegiatan praktis sehari-hari: merawat diri (mandi, berpakaian), mengatur diri, memahami waktu/money, mengambil keputusan praktis. NCBI+1
Ciri lainnya
- Kecepatan perkembangan motorik dan bahasa yang tertunda. Verywell Mind+1
- Kesulitan di sekolah terutama dalam tugas yang memerlukan abstraksi, pemecahan masalah, matematika, membaca, menulis. Wikipedia+1
- Mungkin disertai kondisi kesehatan lain, misalnya gangguan sensorik (pendengaran, penglihatan), atau masalah fisik, gangguan mental tambahan (seperti kecemasan, ADHD) NCBI+1





