Pendahuluan
Penggunaan gadget—seperti smartphone, tablet, atau komputer—sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Akses internet yang mudah membuat anak bisa belajar, bermain, bahkan bersosialisasi secara digital. Namun, di balik manfaatnya, gadget juga membawa dampak yang perlu diperhatikan, terutama bagi anak-anak secara umum dan anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan berbagai hambatan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, autisme, ADHD, tunadaksa, dll).
Dampak Positif Penggunaan Gadget pada Anak
- Akses Belajar dan Edukasi
- Banyak aplikasi edukasi interaktif yang membantu anak memahami konsep matematika, bahasa, atau sains.
- Video pembelajaran membuat anak lebih mudah memahami pelajaran dengan gaya visual dan audio.
- Pengembangan Kreativitas
- Game edukatif, aplikasi menggambar, atau musik digital bisa menstimulasi kreativitas anak.
- Keterampilan Teknologi Sejak Dini
- Anak lebih cepat familiar dengan perkembangan teknologi, yang bisa menjadi bekal penting di masa depan.
Dampak Negatif Gadget pada Anak
- Gangguan Kesehatan Fisik
- Paparan layar berlebihan bisa menyebabkan mata lelah, rabun jauh dini (myopia), postur tubuh buruk, hingga obesitas karena kurang aktivitas fisik.
- Studi dari American Academy of Pediatrics (AAP, 2020) menekankan bahwa anak sebaiknya tidak menatap layar lebih dari 1–2 jam per hari (kecuali untuk keperluan sekolah).
- Gangguan Kesehatan Mental & Emosional
- Anak rentan kecanduan game, mudah marah jika dilarang bermain, hingga mengalami isolasi sosial.
- Penelitian di Journal of Child Development (2019) menunjukkan keterkaitan antara penggunaan gadget berlebihan dengan masalah konsentrasi dan kecemasan.
- Perkembangan Sosial yang Terhambat
- Anak lebih suka berinteraksi dengan layar dibanding teman sebaya, sehingga keterampilan sosial dan empati bisa berkurang.
Dampak Gadget pada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)
1. Anak dengan Hambatan Penglihatan (Tunanetra)
- Positif: Aplikasi berbasis audio (screen reader, audiobook) sangat membantu proses belajar.
- Negatif: Jika tidak ada kontrol, anak bisa kehilangan pengalaman interaksi langsung dengan lingkungan nyata.
2. Anak dengan Hambatan Pendengaran (Tunarungu)
- Positif: Video dengan teks, aplikasi bahasa isyarat, dan komunikasi visual sangat membantu.
- Negatif: Risiko isolasi sosial jika anak hanya fokus pada media visual tanpa interaksi nyata.
3. Anak dengan Hambatan Intelektual (Tunagrahita)
Halaman: 12





