Strategi Parenting Positif bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus

Strategi Parenting Positif bagi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus

“Positive parenting membuat orang tua lebih siap menghadapi tantangan yang datang, bukan dengan penolakan, tetapi dengan adaptasi dan strategi yang sehat.”

Ibu dari seorang anak autistik di sebuah SLB di Jawa Barat mengatakan bahwa sebelum mengikuti pelatihan parenting, ia sering merasa frustrasi dan menyalahkan diri sendiri. Namun setelah memahami pentingnya komunikasi yang lembut, serta fokus pada kekuatan anak, ia merasa lebih percaya diri dan lebih sabar dalam mendampingi proses tumbuh kembang anaknya.

Lainnya : Bab 5: Cara Input Data GTK (Guru dan Tendik) di Dapodik 2025

Strategi Parenting Positif untuk Orang Tua ABK

  1. Menerima dengan Realistis
    • Memahami kondisi anak dari sudut pandang medis dan psikososial.
    • Fokus pada potensi, bukan keterbatasan.
  2. Bangun Rutinitas yang Konsisten
    • Anak ABK, khususnya yang memiliki kebutuhan spesifik seperti autisme, sangat terbantu dengan jadwal yang terstruktur.
  3. Komunikasi Efektif
    • Gunakan bahasa yang jelas dan sederhana.
    • Afirmasi perasaan anak dengan empati.
  4. Jaga Kesehatan Mental Orang Tua
    • Beri waktu untuk diri sendiri.
    • Terlibat dalam komunitas atau grup dukungan.
  5. Kolaborasi dengan Sekolah
    • Terlibat aktif dalam program Individualized Education Program (IEP) atau program belajar anak.
    • Bangun komunikasi dua arah dengan guru atau terapis.

Kesimpulan

Parenting positif bukan hanya soal membimbing anak, tetapi juga membentuk orang tua yang lebih tangguh, empatik, dan penuh kasih sayang. Dengan pendekatan ini, orang tua anak berkebutuhan khusus dapat menjalani pengasuhan dengan lebih tenang, menerima kondisi anak dengan hati terbuka, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal bagi anak-anak mereka.

Sumber Referensi

   
   

admin

Admin SLBN Tasikmalaya mengelola konten digital resmi sekolah, menyajikan informasi akurat seputar berita, kegiatan, dan layanan pendidikan inklusif untuk memperkuat komunikasi antara sekolah, siswa, orang tua, dan masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published.Required fields are marked *