Membesarkan anak berkebutuhan khusus (ABK) bukanlah perjalanan yang mudah. Orang tua kerap dihadapkan pada tantangan emosional, sosial, hingga pendidikan. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa pola asuh (parenting) yang tepat dapat membantu anak tumbuh lebih percaya diri, mandiri, dan bahagia.
Mengasuh dengan Cinta dan Kesabaran
Menurut Dr. Temple Grandin, seorang profesor sekaligus penyandang autisme, “Anak-anak dengan kebutuhan khusus membutuhkan orang dewasa yang memahami perbedaan cara berpikir mereka, bukan yang mencoba mengubah mereka menjadi seperti orang lain.”
Hal ini menegaskan bahwa kunci pertama dalam parenting ABK adalah menerima kondisi anak dengan penuh cinta dan kesabaran.
Pilihan : Rutinitas Harian Positif yang Membantu Anak Berkebutuhan Khusus Lebih Mandiri
Dukungan Emosional Membentuk Kebahagiaan
Sebuah penelitian dari National Institute of Child Health and Human Development (NICHD, 2018) menemukan bahwa anak berkebutuhan khusus yang mendapatkan dukungan emosional positif dari orang tua cenderung memiliki tingkat kebahagiaan lebih tinggi dibandingkan yang tidak. Dukungan emosional bisa diwujudkan dalam bentuk pujian sederhana, pelukan, atau sekadar mendengarkan cerita anak.
Lainnya : Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Rutin untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Konsistensi dalam Rutinitas
Banyak anak berkebutuhan khusus merasa aman dengan rutinitas yang teratur. Menurut American Psychological Association (APA), konsistensi dalam pola asuh dapat membantu mengurangi kecemasan anak dengan kebutuhan khusus, terutama mereka yang berada dalam spektrum autisme atau ADHD. Jadwal yang jelas membantu anak memahami apa yang akan terjadi dan membuat mereka merasa lebih tenang.
Komunikasi yang Efektif
Tidak semua ABK mampu mengekspresikan diri dengan cara yang sama. Oleh karena itu, orang tua perlu menemukan metode komunikasi yang sesuai, baik verbal maupun non-verbal. Dr. Stephen Shore, seorang pakar pendidikan autisme, menekankan: “Jika seorang anak tidak dapat belajar dengan cara kita mengajar, maka kita harus mengajar dengan cara mereka belajar.”





