Setiap anak memiliki potensi luar biasa, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK). Salah satu kunci untuk mengembangkan potensi tersebut adalah melalui rutinitas harian yang positif dan konsisten. Rutinitas bukan hanya sekadar jadwal kegiatan, tetapi juga pondasi untuk membentuk disiplin, kemandirian, dan rasa percaya diri pada anak.
Baca Juga : Tips Menjaga Pola Makan Sehat Anak Berkebutuhan Khusus
Menurut Dr. Temple Grandin, profesor sekaligus penyandang autisme, anak-anak dengan kebutuhan khusus sangat terbantu dengan rutinitas yang jelas karena memberikan rasa aman, meminimalisir kecemasan, dan melatih keterampilan hidup sehari-hari.
Baca Juga : Tips Orang Tua dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak Berkebutuhan Khusus di Rumah
Lalu, bagaimana rutinitas harian yang positif bisa membantu anak berkebutuhan khusus menjadi lebih mandiri? Yuk, simak penjelasan berikut!
β Mengapa Rutinitas Harian Penting bagi Anak Berkebutuhan Khusus?
- Menciptakan rasa aman β Anak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya sehingga mengurangi rasa cemas.
- Melatih disiplin β Anak belajar bahwa setiap aktivitas memiliki waktu dan aturan tertentu.
- Meningkatkan kemandirian β Dengan pengulangan, anak akan terbiasa melakukan hal-hal sederhana sendiri.
- Membantu fokus belajar β Rutinitas membuat anak lebih mudah berkonsentrasi karena pola harian jelas.
- Membangun kebiasaan positif jangka panjang β Seperti menjaga kebersihan diri, makan teratur, dan tidur cukup.
π Contoh Rutinitas Harian Positif untuk Anak Berkebutuhan Khusus
1. Pagi Hari: Awali dengan Aktivitas Ringan
- Bangun di waktu yang sama setiap hari.
- Latih anak merapikan tempat tidur (meskipun sederhana).
- Ajarkan kebersihan diri: cuci muka, gosok gigi, mandi.
- Sarapan dengan menu bergizi seimbang.
π Menurut ahli gizi, sarapan sehat membantu meningkatkan konsentrasi dan energi anak sepanjang hari.
2. Siang Hari: Belajar dan Aktivitas Terarah
- Sekolah atau pembelajaran di rumah dengan jadwal teratur.
- Berikan waktu istirahat singkat (misalnya 10β15 menit) untuk relaksasi.
- Sediakan waktu belajar yang fokus tapi tidak terlalu lama, karena anak berkebutuhan khusus bisa cepat lelah.
- Ajak anak melakukan aktivitas sederhana di rumah: membantu menata meja makan atau merapikan mainan.
π Kegiatan ini melatih motorik, tanggung jawab, dan rasa memiliki.





