Menjaga kesehatan anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak hanya bergantung pada terapi dan pendidikan, tetapi juga pada pola makan yang sehat dan seimbang. Setiap anak memiliki kebutuhan gizi yang berbeda, terlebih bagi ABK yang mungkin mengalami tantangan dalam motorik, perilaku, maupun metabolisme tubuh.
Pola makan sehat yang tepat dapat membantu meningkatkan konsentrasi, energi, daya tahan tubuh, hingga perkembangan otak anak. Menurut World Health Organization (WHO), gizi seimbang berperan besar dalam tumbuh kembang anak dan dapat meminimalisir risiko penyakit di masa depan.
Pilihan : Sehat Itu Menyenangkan: Menjaga Kebugaran Bersama Teman
Nah, bagaimana cara menjaga pola makan sehat untuk anak berkebutuhan khusus? Berikut tips yang bisa diterapkan di rumah maupun di sekolah.
Inspirasi : Hidup Sehat, Tubuh Kuat: ABK Hebat Siap Berkarya
1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Individual Anak
Setiap anak berkebutuhan khusus memiliki kondisi berbeda. Misalnya:
- Anak dengan autisme sering kali memiliki sensitivitas terhadap tekstur makanan.
- Anak dengan tunagrahita mungkin perlu pendampingan saat memilih makanan.
- Anak dengan cerebral palsy kadang mengalami kesulitan menelan sehingga butuh makanan lembut.
👉 Penting untuk konsultasi dengan dokter atau ahli gizi agar pola makan disesuaikan dengan kondisi masing-masing anak.
2. Terapkan Prinsip Gizi Seimbang
Pola makan sehat bukan berarti membatasi, tetapi menyeimbangkan:
- Karbohidrat sehat: nasi merah, kentang, ubi, oatmeal.
- Protein: ikan, ayam tanpa kulit, telur, tahu, tempe.
- Sayur dan buah: pilih yang berwarna-warni untuk memperkaya vitamin.
- Lemak baik: alpukat, minyak zaitun, kacang-kacangan.
Menurut Kementerian Kesehatan RI, gizi seimbang membantu anak menjaga berat badan ideal, meningkatkan imunitas, serta mendukung perkembangan otak.
Baca Juga : Makan Sehat, Badan Bugar, Belajar Jadi Giat
3. Buat Jadwal Makan yang Teratur
Anak berkebutuhan khusus sering kali merasa nyaman dengan rutinitas. Membuat jadwal makan yang konsisten (pagi, siang, sore, malam) dapat membantu mereka terbiasa dengan pola makan yang sehat.
- Hindari melewatkan sarapan.
- Sediakan camilan sehat di sela waktu makan (buah, yoghurt, biskuit gandum).
- Pastikan waktu makan tenang tanpa distraksi berlebihan seperti TV atau gadget.
4. Perhatikan Porsi Makan
Porsi yang terlalu besar bisa membuat anak mudah kenyang, malas makan, atau justru menyebabkan obesitas. Gunakan prinsip “piring gizi seimbang”:
- ½ piring berisi sayur dan buah.
- ¼ piring karbohidrat.
- ¼ piring protein.
👉 Dengan cara ini, anak terbiasa makan dengan takaran yang tepat tanpa merasa dipaksa.





